Prakata

       Gedangan, kampung halaman yang penuh dengan kenangan. Sudah sekian lama tempat itu kita tinggalkan untuk ngluru kehidupan yang lebih mapan. Atau bahasa kerennya meningkatkan taraf hidup yang lebih tinggi.

       Manusia selain sebagai makhluk individu juga sebagai makhluk sosial. Dimana manusia harus berkomunikasi dengan manusia yang lain. 

       Pada edisi perdana ini redaksi mencoba untuk menampilkan seluk beluk Gedangan dari berbagai sisi pandang. Dengan harapan bisa dijadikan sebagai wahana dan media komunikasi atau silaturahmi antar warga Gedangan baik yang merantau maupun yang masih menetap di kampung halaman.

        Oleh karena itu redaksi mengharapkan masukan, kritik dan saran dari para pembaca demi kelangsungan edisi berikutnya. Baik berita, sejarah, ucapan-ucapan selamat atau ungkapan-ungkapan yang ingin disampaikan kepada saudara-saudara yang lain.

         Akhirnya redaksi mohon doa restu dari semua pihak. Para pini sepuh, kadang wredha tomo , para ulama, tamtama dan lain-lainnya yang mau peduli terhadap Gedangan. 
Terima kasih


Kerukunan Keluarga Gedangan

Sugeng Rawuh para tamu, Maturnuwun sampun kersa sambang wonten ing Blog punika. Mugi-mugi sedaya warga Gedangan ingkang wonten ing paran ugi ingkang wonten ing kampung halaman tansah pinaringan kasarasan, berkah lan hidayah saking ngarsanipun Gusti ingkang murbeng dumadi.

Monggo tansah sak yek saeko proyo, nyawiji manunggaling roso lan karso kangge kamulyaning gesang  wonten ing madyaning bebrayan agung.

Salam taklim

Yoen

Tampilkan postingan dengan label gunungkidul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gunungkidul. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 April 2009

Jagongan Cinggoling

          Inul Daratista eh...bakyu Santi, kang Wasto dan mbak Nunuk Sukasno lagi mirengke bu Badingah wakil Bupati Gunungkidul paring ular-ular dalam acara Cing Cing Goling di pelataran Dam Kedhung Dhawang, 31 Juli 2008.

         Sembari nunggu ambengan ingkung, panjang ilang diijab kabulke sama mbah kaum.

Senin, 16 Maret 2009

Petruk gang Setro

Petruk gang Setro

      Kalau lakon wayang Petruk dadi Ratu, Petruk Rabi, Petruk ngenger sudah umum, tapi nek petruk gang Setro yo baru kali ini.

       Kalau anda perhatikan dengan cermat atau anda zoom foto disamping ini, sebagai warga Gedangan tentu tahu siapa priyantun yang berkostum petruk ini. Dia punya nama beken pak Kumis dan mbah Noyo. Penggemar Radio-radio yang berbasis siaran budaya Jawa dipastikan mengenalnya. Karena suaranya yang serak-serak tua sering mengudara, baik di Radio Inyong, Radio Metro, Radio Safari atau di panggung-panggung pementasan Campursari di Jabodetabek dan sekitarnya.

        Ada satu lagu yang cukup Hit yang telah diciptakanya dan diaranger oleh S. Widodo dari Campursari Cindelaras Ciledug. Judulnya adalah Isah Bakul Jamu dinyanyikan oleh Joko Thole. Tak lain dan tak bukan adalah pak Mukimin kumis.

Rel Spoor

Nggone Yuswandi

Rel Spoor

Sinten numpak sepuur
bayare karoteng
Wong niki sepur dhuuur 
Kula trimah mbonceng

Mbonceng mbeten kena 
Konangan kondhektur
Sampean didhendha
Napa mbeten kojur

          Lagu kanak-kanak di atas sering kita nyanyikan atau terdengar di telinga kita di era tahun 70-an. Lagu itu hampir terlupakan, karena lagu masa kanak-kanak kini tergantikan oleh lagu-lagu yang berbahasa Indonesia.

          Lagu numpak sepur biarlah berlalu. Tapi pernahkah kita terlintas akan bergelut dengan yang namanya si Hitam Kereta Api ini? Sebab biasanya seorang anak jika ditanya, “Apa cita-citamu?” jawabnya : “Jadi Pilot, jadi Dokter, jadi Guru, dll !” 

           Tidak juga bagi seorang Yuswandi putra asli Gedangan I, yang sudah lama menjadi salah satu pengawas pembangunan dan perawatan Rel Kereta Api. Jadi apabila kita, saudara kita pulang kampung dan naik kereta api, maka kita telah menggunakan jasa dari saudara kita       Yuswandi ini.

Berikut kutipan wawancara Buletin Gedangan dengan Yuswandi.

Buletin Gedangan : Sejak kapan anda bekerja di PJKA?
Yus : Bukan PJKA wis ganti PT.KAI, pastinya saya lupa tapi kalau tidak salah pada tahun 1991

BG : Masih ingatkah anda dengan lagu numpak sepur mbayar karoteng ?
Yus : Seingat saya ibu Sulasimah (Guru SD Sokoliman II) mengajarkan lagu naik kereta api tut..tut..tut..! numpak sepur karoteng jan babar blass nggak mudheng.

BG : Pernahkah anda bercita-cita bekerja di PT.KAI? 
Yus : Ha..ha…, gimana ya? Kaya’nya enggak tuh! Apa ya…? Yaah… pokoknya kita meninggalkan kampung halaman untuk mencari penghidupan di Jakarta dan kebetulan diberi kesempatan untuk bekerja di PT. KAI itu saja.

BG : Bidang apa saja yang anda Kerjakan?
Yus : Salah satunya ikut sebagai pengawas pembangunan Rel Kereta Diesel dari Stasiun Serang, Cilegon, Karawang, hingga Jember- Surabaya. Juga KRL dalam kota Jakarta - Bogor, Rangkasbitung dll.

BG : Ada lainnya?
Yus : Perbaikan dan pemeriksaan bantalan rel, track lintasan, pintu perlintasan, batu alas, dll.

BG : Pengalaman atau kesan-kesan selama bergelut dengan rel kereta ? 
Yus : Kalau itu ditulis akan sepanjang rel Anyer Panarukan, tapi ada beberapa yang tak terlupakan. Seperti saat baru-barunya ikut kontraktor rel, dengan uang makan yang minim, tapi harus kerja maksimal. Pokoke loro lopo bangeeet, kerja lembur kurang tidur. Rasane isin kalo-kalo ketemu warga Gedangan.

BG : Sekarang masih ? 
Yus : Alhamdulillah tidak. Semoga pengalaman itu tidak dialami oleh generasi penerus kita.

BG : Ngomong-omong soal Gedangan, apakah mungkin transportasi KA sampai di Gedangan, atau Gunungkidul ? 
Yus : Nek Bandung Bondowoso masih ada yo bisa. Soalnya topografi/daratan Gunungkidul tidak memungkinkan. Karena Rel kereta api sudut tanjakannya kecil. Lha nek lewat Gunung adanya Cuma di DUFAN…ha…ha…

BG : Terima kasih atas waktu dan informasinya. Apakah ada pesan-pesan untuk warga Gedangan? 
Yus : Yah.. sebagai bagian dari wong Gedangan, saya hanya mengajak tetaplah bersatu dalam kerukunan dan ojo nglalekke kampung halaman, dan ojo dumeh !!

Saat ini Yuswandi tinggal di kawasan TBC ?( Tambun Bekasi Cibitung ) (my)


Selasa, 17 Februari 2009

Cak Arif


Cak Arief

         Suatu kehormatan bagi warga Gedangan. Cak Arief adalah tidak punya latar belakang sebagai warga Gedangan, Gedangrejo, Gunungkidul. Dia dilahirkan dan dibesarkan di Sidoarjo Jawa Timur. Bahkan kedua orangtuanya pun dari sana.

           Hanya karena ada kesamaan nama dari kampungnya Gedangan di Sidoarjo Jawa Timur sana, Cak Arief  loyal kepada warga Gedangan.

         Hampir setiap kegiatan yang diadakan oleh warga Gedangan, Gedangrejo, Karangmojo, Gunungkidul....  disana selalu muncul Cak Arief. Terutama ketika warga Gedangan mempunyai hajat.

          Lelaki yang lihay menangani soal alat-alat kesehatan dan punya hobby joged dan nyawer ini, sudah menyatu dengan warga Gedangan. Cak arief telah menjadi mitro kenthel sama Rismanto putra mbah Minto gang Setro Gedangan II.  

          Sosok cak Arief bisa dijadikan tepotulodo bagi kita warga Gedangan, sing atase wong liyo saja bisa menyatu dalam kebersamaan. Apalagi kita warga asli yang notabene memiliki latar belakang dan ikatan batin yang sama. Tur kesewun Cak Arief.(my)

Kegiatan


KEGIATAN PENGURUS KKG

          Sejak dibentuknya pengurus baru dicanangkan beberapa program yang sekiranya dapat dijangkau dan dilaksanakan. Antara lain pembuatan Kalender Nuansa Gedangan (baru terlaksana th.2006) dan Iuran Dana Sosial dari warga yang dikoordinir oleh masing-masing ketua wilayah dan Halal bi halal.

          Kegiatan lain yang dilaksanakan oleh pengurus yaitu mendatangi kelompok arisan trah, membesuk warga yang dirawat di rumah sakit dll. Namun sehubungan dengan lokasi yang berjauhan dan atau informasi yang belum terkoordinasi dengan baik, maka belum bisa menjangkau kesemua warga yang ada.

          Oleh karena itu pengurus mengharap kepada segenap warga untuk dapat ikut serta berpartisipasi dalam hal menyampaikan informasi2 yang sekiranya perlu dan penting, kepada pengurus atau warga lainnya.

          Adapun dari iuran dana sosial yang dikumpulkan dari warga sebesar Rp.2500,- (dua ribu lima ratus rupiah) per KK per bulan terhitung sejak Februari 2003 hingga akhir Desember 2007 terkumpul sebanyak Rp.7.055.000 (tujuh juta lima puluh lima ribu rupiah) digunakan untuk kegiatan sosial dan untuk memberikan sekedar bantuan kepada warga yang dirawat di rumah sakit sebesar Rp.5.290.330,- (lima juta dua ratus Sembilan puluh ribu tiga ratus tiga puluh rupiah). Laporan selengkapnya akan dimuat pada edisi berikut atau laporan tersendiri dari Bendahara KKG.  

           Adapun jumlah warga yang telah menerima bantuan sekedarnya berjumlah 55 orang. 
Iuran dana sosial dan bantuan yang telah diterimakan adalah murni dari warga oleh warga dan untuk warga Gedangan. Siapa lagi yang peduli kepada warga Gedangan kalau bukan orang Gedangan sendiri. (my)

Sabtu, 14 Februari 2009

Cikal Bakal KKG


Beliau telah Berpulang

         Minggu legi, 12 Agustus 2007 Sang Khalik telah memanggilnya. Sesepuh, pengayom, komandan, panutan bagi warga KKG Bapak Mardiyo telah menghadap sang Pencipta.

Siapa yang tak mengenalnya ? Seluruh warga Gedangan pasti mengenalnya. Kalau ngendiko pelan tapi makna dan rasanya cukup berarti. 

        Putra Gedangan yang satu ini sangat peduli dengan kampung halaman. Terbukti mendiang selalu kundur pada acara-acara Cinggoling, Rasulan apalagi Lebaran.
Hal lain yang menjadi perhatian beliau semasa hidupnya yaitu kepeduliannya terhadap perkembangan pembangunan Gedangan. Seperti memprakarsai sekaligus memotori pembangunan jalan di wilayah Pedukuhan Gedangan II. Tidak sedikit bantuan yang disumbangkan oleh beliau, baik materiil, moril bahkan tenaga. 

         Selaku Sesepuh dan Pembina KKG Bapak Mardiyo (alm) selalu memberikan support, agar dalam menghadapi situasi dan kondisi jaman edan iki ora perlu isin lan gengsi. Sing penting tekun dan jujur. 

            Mendiang juga tidak segan-segan memberikan teguran yang tegas kepada pengurus yang dipandang kurang aktif, kurang peduli atau kurang disiplin. Pengurus KKG diberikan keleluasaan untuk melaksanakan program yang bisa dijangkau cukup dengan syarat laksanakan dengan benar dan laporkan keuangan sejujur-jujurnya.

         Kini beliau telah meninggalkan kita semua. Meninggalkan kenangan, meninggalkan petuah-petuah dan suri tauladan lainya. yang seyogyanya kita contoh dan jika mampu berusaha untuk bisa melanjutkan apa yang menjadi cita -citanya yaitu untuk tetap menjaga silaturahmi antar warga Gedangan supaya tetap rukun dalam keakraban dan kebersamaan.

           Senadyan kaya ngapa manungsa mung bisa ngreka lan njangka Gusti kang paring idi lan pesthi, kita sadrema nglampahi.....  sepenggal syair lagu ciptaan Manthous yang benar adanya. Saat ini kita hanya bisa mendoakan semoga arwah beliau diterima disisi-Nya di surga.

             Doa serupa juga kita panjatkan untuk Alm. Bapak Sukardi penasehat KKG dan Alm.Bapak Bedjo Sudjanto sekretaris KKG. Juga kepada arwah Almarhumah Hj.Abdul Karim dan Alm.Bapak Ngalimo. Semoga Allah memaafkan dosa-dosanya dan memberikan tempat di sisi-Nya. Amiin…Dan kita yang ditinggalkan diberikan kekuatan untuk dapat melanjutkan apa yang menjadi harapan dan cita-citanya. (bg)


STM Penerbangan

Halal bi halal

         Keluarga Gedangan mengadakan acara Halal bi halal di Aula Gedung STM Penerbangan Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Acara ini diikuti oleh warga Gedangan yang ada di perantauan baik tua maupun muda, tampak dalam gambar Pranowo dan Ari Wibowo, Hernawan dan lain-lain.

      Kaum muda dan yang tua bersatu bahu membahu, dalam silaturahim. Semoga kerukunan dan silaturahim yang terjalin menjadikan kekuatan bersama untuk meneruskan perjuangan para pepunden yang ada di Gedangan, dan semoga bisa memberikan kontribusi dan ikut membangun tanah kelahiran kampung halaman di Gedangan.... Amin

DOPRIK

Kesenian Doprik. 

       Kesenian Tradisional yang semula dimunculkan oleh Kawal dari daerah Tepus Gunungkidul,  yang dimodifikasi oleh Koreografer putra asli Gedangan Agus Purwanto, kini menjadi tontonan dan hiburan baru yang cukup menarik perhatian.

       Foto ini diambil saat acara Halal bi halal 1 Syawal 1429 H, bertempat di pendopo Kecamatan Karangmojo. Dalam rangka temu kangen dan silaturahim warga IKG Karangmojo di Jakarta (perantauan) dengan warga dan segenap perangkat desa se-kecamatan Karangmojo pada tgl. 3 Oktober 2008.

Kesenian Doprik ini biasa ikut meramaikan acara Cing Cinggoling, bersih kali Kedhung Dhawang di Gedangan I, Gedangrejo. Semoga kesenian tradisional yang sekarang mulai ditinggalkan oleh para generasi muda ini tetap dapat dilestarikan dan dikembangkan.

Kagem Pak Benyamin Sudarmaji ketua umum IKG, mbenjang menopo pak kesenian DOPRIK saget tampil wonten ing acara HUT IKG? Matur nuwun ( Yoen)

Buletin

SARANA KOMUNIKASI WARGA GEDANGAN DI JABODETABEK
Sekretariat : Jl. Sabar No.1/30 Petukangan Selatan - Jakarta Selatan  021 7388 5555 - 021 9201 7788
Assalamu’alaikum wr.wb
EDISI PERDANA

Kangen itu sudah tak terbendung lagi, bak bendungan Kedhung Dhawang yang kabarnya sempat meluap sampai ke tanggul, hampir menggenangi nDhuk Ombo pada musim rendheng bulan Desember 2007 s/d Januari 2008 ini. Kita sudah tidak buru walang, nyuluh iwak atau jangkrik lagi. Atau aktivitas lain seperti mbedhah kali, tawu larik, ebor di ngGadhon, Ramban mbayung di Gang Turi, Terbangan di Setro, leb tegalan dari sumur bor di kawasan Kepoh Jokarno, nglopok dhele, ngukrik cikru dan lain-lain

Kalau ingat itu semua, ingin rasanya kita kembali ke masa silam yang penuh dengan kedamaian dan kenangan yang indah itu. Akan tetapi itu sesuatu yang mustahil, karena diluar kuasa kita. Yang bisa kita lakukan hanyalah menyadari bahwa kejadian silam itu pernah kita alami. Dan kita wajib bersyukur kehadlirat Allah yang telah menciptakan semua itu.

Gedangan.!! Hampir dari setiap rumah yang ada, anggota keluarganya berada di perantauan Jabodetabek dan atau tempat lainnya. Sudah sekian lama sebagian dari kita tidak saling bersua. Mungkin setahun, dua tahun, lima tahun atau mungkin bahkan lebih. Sampai-sampai ada yang tidak saling mengenal (kari capet-capet).Semoga dengan adanya bulletin ini redaksi berharap bisa menjadi sarana komunikasi bagi warga Gedangan baik yang berada di rantau maupun yang ada di daerah.

Kesejahteraan dan taraf hidup yang lebih baik tentunya sebagai tujuan, disamping niat mulia yaitu beribadah. Akhir kata besar harapan kami sarana ini bisa dijadikan wahana silaturahmi. Terima kasih.
Wassalamu’alaikum wr. Wb ( My )
Redaksi

Kerukunan Keluarga Gedangan

Kerja bakti

Matur nuwun komentaripun.

          Ini sedang kerja bakti / gotong royong masang pralon saluran air, lokasinya di Ceger.

          Mas Cipto, mas Aris, mas Bardi dan yang lain-lain hanyengkuyung kalau ada warga Gedangan yang berada di lokasi Gg.Asem Inpres dan Ceger yang punya gawe atau kerepotan, pokoke dikeroyok bareng-bareng.

          Hasilnya pekerjaan jadi ringan, penyelesaian waktunya jadi lebih cepat. Namanya juga kerukunan Keluarga.  Kalau ada warga Gedangan yang lain perlu bantuan tenaga.... langsung aja kontak Mas Cipto Sugianto di Ceger.